Jus Mengkudu

Flyer Testimoni

anamed

Testimoni

Categories: Jus Mengkudu, Testimoni | Tinggalkan komentar

Noni dan Kista

Testimoni

Rina Sembuh Kista

Pertamanya saya merasa tidak enak sekali ketika menurut hasil USG oleh Dokter di RS Dewi Sri Karawang pada tanggal 21 Januari 2012 dirahim saya ada kista sepanjang 7cm. Hal ini saya rahasiakan kepada Ibu karena khawatir beliau gelisah…kemudian saya telpon Bapak Kaspin seorang terapis bekam dan ruqyah yang dulu juga pernah menangani saya, beliau katakan bahwa kista bisa dibantu penyembuhannya dengan Noni Pure dari Anamed. Saya pun minum sesuai anjuran beliau 30ccx 3 sehari…yang saya rasakan perut saya enak dan nyaman, pegal-pegal juga hilang, tapi saya sempat khawatir karena biasanya haidh saya normal dan teratur…tapi setelah minum noni kok saya jadi telat haidh. Kata Pak Kaspin sabar aja dan teruskan, saya teruskan dan saya sudah telat haidh selama 7 hari, pagi subuh saya kaget ketika dikamar mandi ada gumpalan darah keluar tapi tidak sakit padahal jam 2 pagi saya bangun untuk sholat….kemudian saya pun memutuskan untuk check up USG lagi Tanggal 06 Februari 2012…dan Alhamdulillah ternyata rahim saya sudah bersih dari kista sampai dokterpun heran karena menurutnya untuk bisa bersih seperti ini perlu waktu sekitar 6 bulan…namun Alhamdulillah dengan Noni Pure Anamed hanya dua pekan…sharing ini saya buat sebagai rasa syukur saya kepada Allah SWT dan rasa terimakasih untuk Anamed,…selanjutnya saya mohon doanya dari pembaca sekalian agar saya segera dikaruniai anak…sekian terimakasih.
Rina- Cibadar – Cilebar Karawang

Categories: Jus Mengkudu, Testimoni | Tinggalkan komentar

Alergi dan Noni

Nama               : Agoes Boedi S

Usia                 : 50 tahun

Alamat            : Malang

Pada th 2006 saya bertugas di Gorontalo untuk menanganai proyek Business Park Gorontalo sebuah mall terbesar di Gorontalo,  saya mulai terkena sakit alergi dengan timbul bentol-bentol di sekitar dahi.

Alergi ini mungkin karena kulit saya sulit beradaptasi  terhadap cuaca atau air di lingkungan baru atau mungkin karena makan ikan di Gorontalo yang terkenal sangat banyak ikan. Sejak saat itu setiap hari saya selalu menderita gatal-gatal di tangan dan dahi . Saya sudah mencoba obat dari 3 dokter spesialis kulit, namun setelah tidak minum obat bentol-bentol timbul lagi. Saya sudah mencoba suplemen dari tradisional jawa,  luar jawa bahkan luar negeri seperti dari Cina dan  Amerika namun masih kumat-kumat terus. Pada bulan Desember 2011 saya bertemu teman masa SMA yaitu Andi Kusmanadi yang memperkenalkan  produk Jus Noni dari ANAMed. Saya langsung beli 6 botol . Setelah habis satu botol  terasa berkurang bentol-bentol  di dahi saya. Saya  optimis jus Noni ANAMed ini bisa menyembuhkan penyebab alergi konon katanya akibat pancreas saya kurang baik.

Apalagi setelah  membaca brosur dan pendapat para ahli di internet dan TV tentang khasiat jus Noni ini dapat menyembuhkan langsung pada organ yang menyebabkan sakit, bukan mengurangi efek yang timbul akibat organ tubuh kurang baik.

Alhamdulillah, saat ini saya sudah tidak pernah merasa gatal-gatal lagi dan bentol-bentol di dahi saya sudah hilang.

Sebelum  :

sesudah:

Semoga bapak Agoes Boedi S selalu mendapat berkah kesehatan dan sukses dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin

Categories: Jus Mengkudu, Testimoni | Tinggalkan komentar

Vertigo dan Darting

Nama : Muhammad Ramli
Umur : 47 Thn
Tinggal ; Di Balikpapan Kaltim
Sejak tahun 2008 saya terkena penyakit Vertigo dan Tekanan Darah tinggi, sudah berbagai macam obat dan Herbal sy coba tapi hasilnya nihil. Sakit kepala yang sering kambuh benar-benar mengganggu aktifitas saya. Sejak diperkenalkan Noni Juice Anamed oleh Pak H. Sugeng sekitar 1 bulan yang lalu, Alhamdulillah semua yang selama ini sy derita tidak pernah kambuh lagi ( sembuh Total ). Terimakasih Tuhan melalui Anamed dan Pak H. Sugeng engkau sembuhkan penyakitku
Categories: Jus Mengkudu | Tinggalkan komentar

Artikel Ilmiah

Revival of Miracle Medicinal Fruit from Indonesia
 MENGKUDU (NONI)

Toshiaki M. NISHIGAKI, Ph.D.

Tokyo Noni Research Center, Japan

Greeting to ANAMed and Members

Tokyo Noni Research Center (TNRC) is so pleased to express the sincere appreciation for the efforts of ANAMed and its distinguished members to introduce the quality of Mengkudu (Noni) juice to Indonesian people who concern health.

Needless to say, Mengkudu is the fruit of Indonesian origin and grown under unpolluted environments without pesticides and synthetic fertilizers.
TNRC has proved that Indonesian Mengkudu has a variety of physiological actions good enough for health care.

Your Mengkudu juice is freshly squeezed from ripened fruits. This type of Mengkudu juice is only one in the world. Therefore, freshly squeezed and bio-tasted juice has been enjoyed by Japanese people.

TNRC wishes ANAMed and the members all success and hope that we collaborate in a self-medication field through Indonesian natural and functional herbal plants with your association.

Yours sincerely,

Dr. T. M. Nishigaki,

Noni, Indonesian Indigenous Medicinal Fruit

Origin of Noni is Maluku islands according to Ridley.
Present Indonesian race immigrated to Indonesia from the coastal areas of southern China about 6,000 years ago.
As everyone supposes, they found miracle fruits, abundant anywhere, harvest all around year, rich in nutrition, good for health, various usage of tree like dye of fish net, wrapping foods with leaves, and so on.
That is Noni.
People in Indonesia plant at least one Noni tree at their garden as to access Noni daily or whenever necessary.

Sebaran Mengkudu

Spread of Noni from Indonesia

Around 2~3,000 years ago, naval groups started to immigrate eastward, Melanesia and Polynesia by small boats with Noni and many plants, resulting in spread to these small islands in the Pacific ocean.
They knew that Noni is very important food and medicine in their voyages.

It is said that it was 1,500 years ago when the immigrants arrived at Hawaii.
Indonesian fishermen might bring Noni fruit which subsequently reached to southern Japan.
Sea-traders spread Noni to western areas.
Now Noni trees are naturally grown between north and south tropic of Capricorn.

Noni, Imperative Obat

Noni is one the most important ingredients in Indonesian traditional medicinal system, Jamu.
Noni has been consumed as medicine, or Obat to prevent and/or cure various diseases.
Original meaning of Obat in Indonesia is to entertain/welcome customers with special beverages relaxing and reactivating them.

Jamu was developed in Jogjakarta area, Central Java.
Traditional medical doctors, Dukun in Java or Balian in Bali use Noni in main Jamu descriptions. Ordinary folks with knowledge of Jamu make beverage mixed with Noni and other materials.
Noni is not ordinal food stuff, but categorized as Traditional Medicine in Indonesia because of well-known and long-term experienced natural medicine. The descriptions and efficacies of Noni have been well-documented.

publikasi

Publications on Noni in Indonesia

Except Indonesia, there are no histories in terms of traditional use and medicinal classification in the world.
“Cabe Puyang 2” is most notable text book on Jamu and compiles more than 30 prescriptions of Noni.

Nutrition of Indonesian Noni

Indonesian Noni is called “Mengkudu Besar” or “ Great Morinda”.
Under tropical climate with strong ultra-violet rays, chemical free cultivation and non-contamination with hazardous substance, Indonesia Noni is naturally well-grown and provides naturally occurring nutrients.

Proteins: 20 amino acids including essential amino acids for synthesis of  proteins/enzymes, saccharides and lipids
Carbohydrates: Dietary fibers including pectins, fructose, glucose, Inositol and so on.
Lipids: Unique fatty acids rich in medium chain fatty acids (Caproic acid, Caprylic acid, Capric acid) and essential fatty acids (linolic acid and alfa-linolenic acid).
In addition, phytosterol for hormone-synthesis.
Minerals: Almost complete contents, except iodine and selenium.
Vitamins: Water soluble vitamins and Vitamins E and K1.
Vitamin C level is one of the highest in the fruits.

Noni, Mother’s Fruit

From the special feature containing medium chain fatty acids, Indonesia Noni can be called “Mother’s Fruit”. Because breast milk of mothers contains medium chain fatty acids for self-protection from pathogenic micro-organisms and energy-generation of babies.
Medium chain fatty acids in ester forms in Noni give special odor and can be absorbed immediately from the guts.
Thus, medium chain fatty acids of Noni can work in the same way as milk of mothers.

Stronger special odor of Noni, much more effective in our bodies.

Mother and children, Aneka Museum, Bali

Active Ingredients of Indonesian Noni

In addition to nutritious elements, Noni has characteristics with unique active ingredients.

Dietary fiber, Pectin:
Nutrition of intestinal bacterial flora.
Butyric acid generation to inhibit blood vessels in cancers.

Vitamin C: about 180mg/dL
Anti-coagulation, collagen production and so on.

Medium chain fatty acids: C6~C12, rich in C8 (Caprylic acid)
Anti-virus, bacteria and protozoa,
Anti-convulsion, Dilation of blood vessels,
Lowering neutral lipids,
Energy/Heat generation, etc.

Scopoletin: High level in matured Noni fruit
Serotonin generation,
Liver cell protection from cancer, oxidation, inflammation
Anti-bacteria, Anti-coagulation,
Dilation of blood vessels

Umbelliferon:
Anti-cancer and stimulation of bile flow

Iridoids: Asperdoside
Anti-arthritic, anti-inflammatory, anti-cancer, etc.

Nicotianamin:
ACE inhibition – Anti-constriction of blood vessels

However, biological functions of Noni may not be facilitated by individual ingredient, but by entire Noni elements.
We emphasize that Noni juice made from naturally grown, mature fruits can provide the most merits, but not isolated individual substance.

False Theory in Noni

One group in United State has been spreading the strange story and unscientific theories on Noni in order to promote their product in the world.
Many Noni companies and consumers in Japan have been believing them.

False 1: Noni is originated in Polynesia.
Correct answer: The origin of Noni is Maluku, Indonesia.

False 2: Nor-damnacanthal in Noni has anti-cancer action.
Correct answer: Nor-damnacanthal is extracted from the root, but not from the fruit.

False 3: Proxeronin in Noni is converted into Xeronin by enzyme,  Proxeroninase.
Correct answer: Proxeronin, Xeronin and Proxerininase are not present in this world.

False 4: Noni from Polynesia is helpful for patients with renal hemodialysis,  pregnancy or serious liver dysfunction.
Correct answer: Fruits rich in potassium is forbidden to give to patients with hemodialysis.

For the pregnant, Noni must not be recommendable to the pregnant before a critical period of bone formation, about 5 month.
Intake of Noni from Polynesia caused drug-induced like hepatotoxicity.

We must be honest before the nature of Noni and be smart and intellectual like traditional medical doctors (Dukun or Balian) before the consumers and patients

Jamu Gendong

Jamu Gedong in Jogjakarta

Efficacies of Indonesian Noni

Six thousand (6,000) years experiences in Indonesia, consumptions in one decade in other countries and recent researches reveal that Noni has multi-potential actions as to maintain our homeostasis, enhance health, cure various diseases, prevent from aging, etc.
Surprisingly, Noni can give relatively immediate reactions to our bodies.

 Multi-Functional/Physiological actions

* Anti-Hypertension
* Longevity after Apoplexy
* Anti-Diabetes Mellitus
* Anti-Bacteria and Virus
* Analgesic
* Anti-Inflammation
* Anti-Allergy
* Anti-Hyperlipidemia
* Anti-Oxidation
* Immuno-Modulation
* Anti-Cancer
*Anti-Mutagenicity
*Anti-DNA Damage
*Anti-Platelet Coagulation
*Enhanced Blood Circulation
* Enhancement of Cellular Metabolism
* Anti-Depression
* Anti-Obesity (Diet effect)
* Improvement of Constipation and Intestinal Functions
* SO ON

 
Drinking is Believing.

Categories: Jus Mengkudu | Tinggalkan komentar

Gejala Jantung

Gejala Gangguan Jantung

Categories: Jus Mengkudu | Tinggalkan komentar

Mengkudu Terbukti

Tim Direktorat Teknologi Farmasi dan Medika , Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT telah melakukan uji preklinis sari buah mengkudu dengan menggunakan hewan coba. Hal ini dilakukan guna memberikan klarifikasi ilmiah (meski terlambat) terhadap klaim khasiat mengkudu.

Penentuan jenis khasiat yang dipilih untuk di uji berdasarkan pada gejala penyakit yang cenderung meningkat saat ini dan klaim khasiat dari beberapa produk sari buah mengkudu. Tiga jenis khasiat yang telah diuji yaitu : penurun tekanan darah (antihipertensi), penurun gula darah (antidiabetes) dan penurun kolesterol darah.

Pertama, percobaan uji khasiat penurun tekanan darah dilakukan terhadap hewan coba tikus putih jantan galur Sprague Dowley yang dikondisikan hipertensi dengan diet NaCl 2,5%. Dipilih jenis kelamin jantan untuk mengurangi variabel perilaku hormonal yang dilakukan selama satu bulan dengan pemberian dosis tunggal sari buah mengkudu 0,22 mL/20 g berat badan, yang setara dengan dua sendok makan sehari manusia dewasa. Hasilnya menunjukkan bahwa sari buah mengkudu mampu menurunkan tekanan darah tinggi tikus putih jantan. Hasil ini mendukung informasi empiris sebelumnya di mana buah mengkudu banyak digunakan oleh masyarakat dalam mengatasi tekanan darah tinggi.

Ke dua, percobaan uji khasiat antidiabetes sari buah mengkudu dilakukan terhadap hewan coba mencit galur Balb C Jantan dan betina yang dibuat hiperglikemia dengan pemberian alloxan. Penelitian dilakukan tiga minggu dengan dosis tunggal sari buah mengkudu 0,22 mL/20 g berat badan, setara dengan dua sendok makan sehari manusia dewasa. Ternyata kadar gula darah menurun baik jantan maupun betina yang mendapat sari buah mengkudu. Dan penurunan kadar gula darah lebih besar pada kelompok yang mendapat sari buah mengkudu lebih lama (dua minggu dibanding satu minggu). Hasil uji khasiat terhadap kadar gula darah ini mendukung informasi empiris mengenai manfaat mengkudu sebagai penurun gula darah.

Ke tiga, percobaan uji khasiat penurun kolesterol darah. Hal ini dilakukan terhadap hewan coba mencit jantan galur Balb yang dibuat hiperkolesterol tinggi. Penelitian dilakukan selama lima minggu dengan pemberian dosis tunggal sari buah mengkudu 0,22 mL/20 g berat badan, setara dengan dua sendok makan sehari manusia dewasa.

Sari buah mengkudu diberikan setiap hari pada minggu ke empat dan lima. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberi diet tinggi kolesterol selama 5 minggu dan pada 2 minggu terakhir diberi sari buah mengkudu secara bersamaan tidak mengalami penurunan kadar kolesterol secara bermakna.

Namun, jika pemberian diit tinggi kolesterol dihentikan, sementara pemberian sari buah mengkudu diteruskan, terjadi penurunan kadar kolesterol darah mendekati normal. Dengan demikian dapat dikatakan penggunaan sari buah mengkudu sebagai penurun kolesterol darah akan positif jika disertai dengan konsumsi makanan rendah kolesterol.

Dari penelitian awal yang telah dilakukan terhadap sari buah mengkudu ini ada beberapa poin yang dihasilkan . Pertama, Ada perbedaan pola kandungan senyawa kimia dalam buah mengkudu dengan tingkat kematangan yang berbeda. Ke dua, berdasarkan penelitian awal uji khasiat sari buah mengkudu mempunyai indikasi khasiat sebagai penurun tekanan darah tinggi, penurun kadar gula darah dan penurun kadar kolesterol rendah. Dan terakhir, untuk klarifikasi jenis-jenis senyawa dan kaitannya dengan khasiat yang diindikasikan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

sumber:http://www.kamusilmiah.com/biologi/hasil-penelitian-uji-khasiat-mengkudu/

adapun peneliti Jepang M,Nishigaki sebagai berikut:

Nishigaki M

 

SOD Noni Indonesia Lebih Tinggi Untuk AntioksidanNoni Indonesia Lebih BagusManfaat Noni Berdasar Penelitian

 

Manfaat Noni

Categories: Jus Mengkudu | 2 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.